Minggu, 12 Desember 2010

ilmu pengetahuan

  • Nama : Iblis
    Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
    Lahir : Sebelum diciptakan manusia
    Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya
    Singgasana : Di atas air
    Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
    Agama : Kafir
    Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat
    Karyawan : Setan jin dan setan manusia
    Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran
    Agen : Dukun dan paranormal
    Musuh : kaum muslimin
    Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat
    Keluarga : Para thaghut
    Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
    Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
    Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa
    Lukisan kesayangan : Tato
    Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
    Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
    Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
    Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan
    Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) , dan dusta

    Jurus Andalan : 1. Memoles kebathilan 2. Menamakan Maksiat dengan nama yang indah 3. Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai 4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia 5. Menyesatkan manusia secara bertahap 6. Menghalang-halangi manusia dari kebenaran 7. Berlagak sebagai penasihat

    Kelemahan : 1. Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas 2. kewalahan menghadapi orang yang berilmu 3. Lari dari suara adzan 4. Lari dari rumah yang dibacakan al-Baqarah 5. Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah 6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah

    Diringkas dan diadaptasi dari kitab “Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin”, karya Wahid Abdus Salam Bali

  • MSI
    Tugas MSI powerpoint aspek-aspek pemikiran islam

  • Rabu, 10/11/2010, Pukul 14.30 wib, Anas Urbaningrum (ketua umum partai Demokrat) dan rombongan berkunjung ke pengungsian yang berada di gereja Katholik Paroki Kecamatan Kebonarum Klaten.
    Para pengungsi berasal dari Kec. Kemalang Klaten, mereka juga banyak yang beragama Islam. pihak gereja memanfaatkan musibah merapi sebagai ajang pemurtadan. Menurut Nadianto, aktifis forum Arimatea Solo, "istilah orang gereja, musibah membawa berkah, karena banyak jiwa-jiwa baru yang siap dibaptis."

    Menurut informasi, pihak kecamatan tidak dikonfirmasi rencana kedatangan Anas dan rombongan. Sementara tokoh masyarakat setempat merasa tidak dihargai dengan kedatangan Anas dan rombongan yang hanya berkunjung ke satu titik pengungsian, yaitu di gereja Katholik Paroki Kebonarum, padahal banyak titik pengungsian di Kec. Kebonarum.
    Bahkan tokoh masyarakat setempat sangat menyayangkan seorang Anas yang mantan aktifis HMI, tidak peka dengan pengungsi-pengungsi yang lain yang berada di pengungsian banyak kaum muslimin, akan tetapi dia justru mendukung pemurtadan.

    - Indikasi Pemurtadan di GOR Klaten

    Sementara ditempat terpisah, yaitu posko pengungsian di Gedung Olah Raga (GOR) Klaten, upaya pemurtadan dilakukan dengan cara membagikan kaos yang berbunyi, "I will follow jesus forever". Mardiono, seorang pengungsi yang berasal dari dukuh Karangjati, Ds. Ngemlak Kec. Kemalang, mengaku kaos yang bertuliskan "I will follow yesus forever" diberikan oleh temannya. Sayang Mardiono tidak menyebutkan siapa gerangan temannya tersebut. Malah Mardiono meminta bantuan jaket saat kami mewawancarainya. sedangkan Yadi, yang menemani Mardiono dan mengaku tetangganya malah meminta sajadah dan sarung. (Klaten,11/11/2010).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar