Selasa, 14 Desember 2010

ASPEK-ASPEK PEMIKIRAN ISLAM

1.ASPEK-ASPEK PEMIKIRAN ISLAM
 
TEOLOGI (ILMU KALAM)
         PENGERTIAN DAN OBJEK KAJIANNYA
Ilmu Kalam atau disebut juga ilmu tauhid adalah ilmu yang membahas dasar-dasar ajaran agama (islam
Objek kajiannya meliputi : keyakinan (akidah) atau keimanan kepada Tuhan, perbuatan dan sifat-sifat Tuhan, Keadilan, Kekuasaan dan Kehendak Tuhan dan Fungsi Akal dan Wahyu.
2.PEMIKIRAN AKHLAK TASAWUF
PENGERTIAN DAN OBJEK KAJIANNYA
Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwayang menimbulkan macam-macam perbuatan yang mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
Objek Kajiannya adalah perbuatan manusia, Norma atau aturan yang dijadikan untuk mengukur perbuatan dari segi baik dan buruk. 
SEJARAH MUNCULNYA ILMU KALAM
1.Berawal dari adanya perpecahan politik di kalangan umat islam, antara Ali Ibn AbiThalib dengan Muawiyyah Ibn Abi Sufyan yang mengakibatkan perang, peristiwa ini mengakibatkan munculnya tiga kelompok, yaitu khawarij, Pengikut Ali (Syi’ah), dan pengikut Muawiyyah.
2.Masuknya pengaruh filsafat Yunani ke dalam pemikiran umat islam yang menyebabkan masuknya unsure logika dalam persoalan teologi.
3.Perbedaan politik ini kemudian berlanjut pada perbedaan dalam hal keyakinan, diantaranya :
lStatus orang mukmin yang melakukan dosa besar
lPersoalan tentang kehendak dan perbuatan manusia.
Status Orang Mukmin yang Melakukan
Dosa Besar
Khawarij:
Pelaku dosa besar
berstatus kafir 
Murji’ah:
Pelaku dosa besar
Tetap berstatus
mukmin 
 
Mu’tazilah:
Pelaku dosa besar
Posisinya antara
mukmin dan kafir 
 
Persoalan tentang kehendak dan perbuatan manusia
 
1. Qadariyah: Manusia memiliki kebebasan berbuat dan memiliki  kemampuan untuk melaksanakan perbuatannya (free will & free act) 
Jabariyah: Manusia tidak memiliki kebebasan berbuat, perbuatan manusia pada hakikatnya adalah perbuatan Tuhan (fatalism/predestination) 
 
nALIRAN MU’TAZILAH
Aliran Mu’tazilah yaitu aliran yang menekankan
      pada penggunaan akal dalam persoalan teologi.
              Tokohnya adalah Wasil Ibn Ata’ 
 
B.Pemikirannya :
# Pelaku dosa besar berstatus antara mukmin  
            dan kafir
# Manusia memiliki kebebasan berkehendak
            (qadariyah)
# Meniadakan Sifat-Sifat Tuhan bukan suatu
            yang mewujud tersendiri di luar zat.
# Al-qur’an adalah makhluk (diciptakan).
# Akal memiliki kemampuan mengetahui adanya Tuhan, kewajiban mengetahui Tuhan, mengetahui baik & buruk, serta kewajiban melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk.
# Fungsi Wahyu untuk memberi penjelasan tentang rincian hukum-hukum dan upah/balasan yang akan diterima manusia di akhirat .
Wahyu bersifat konfirmatif.
 
n
n
nALIRAN AHLUSSUNNAH
         WALJAMA’AH 
 
nYaitu aliran yang berpegang pada sunnah Nabi dan mayoritas umat islam.
nAliran ini terdiri dari dua Kelompok
    A. Aliran Asy’ariyah (Abu Hasan Al
         Asy’ari)
    B. Aliran Maturidliyah (Abu Mansur    
         Al-Maturidli) 
Pemikiran-pemikirannya :
A.  Pemikiran aliran Asy’ariyah :
Pelaku dosa besar tetap berstatus mukmin.
Perbuatan manusia diciptakan tuhan (Jabariyah).
     “Manusia memiliki Kasb (daya yang diciptakan dalam diri manusia untuk mewujudkan perbuatan
Tuhan memiliki sifat-sifat yang qodim, yang identik dengan zat Tuhan.
Alqur’an qadim, bukan makhluk
Akal yang mampu mengetahui Tuhan, tetapi tidak mengetahui kewajiban-kewajiban, (perbuatan baik dan buruk)
Fungsi wahyu: memberikan informasi/pengetahuan tentang kewajiban manusia. Jika tidak ada wahyu manusia tidak tahu kewajiban.
B. Pemikiran aliran Maturidliyah :
Kesamaan dengan asy’ariayah alam hal pelaku dosa besar, sifat Tuhan, & al-qur’an bersifat qadim
Perbedaannya dalam hal
1. perbuatan manusia  ( fahamnya qadariyah)/sama dengan Mu’tazilah.
2. Akal mampu mengetahui adanya Tuhan, kewajiban mengetahui Tuhan, dan tahu baik-buruk.
3. Fungsi Wahyu: untuk memberi informasi tentang melaksanakan dan meninggalkan perbuatan baik/buruk.
n
n
1.

Minggu, 12 Desember 2010

ilmu pengetahuan

  • Nama : Iblis
    Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
    Lahir : Sebelum diciptakan manusia
    Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya
    Singgasana : Di atas air
    Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
    Agama : Kafir
    Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat
    Karyawan : Setan jin dan setan manusia
    Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran
    Agen : Dukun dan paranormal
    Musuh : kaum muslimin
    Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat
    Keluarga : Para thaghut
    Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
    Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
    Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa
    Lukisan kesayangan : Tato
    Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
    Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
    Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
    Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan
    Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) , dan dusta

    Jurus Andalan : 1. Memoles kebathilan 2. Menamakan Maksiat dengan nama yang indah 3. Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai 4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia 5. Menyesatkan manusia secara bertahap 6. Menghalang-halangi manusia dari kebenaran 7. Berlagak sebagai penasihat

    Kelemahan : 1. Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas 2. kewalahan menghadapi orang yang berilmu 3. Lari dari suara adzan 4. Lari dari rumah yang dibacakan al-Baqarah 5. Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah 6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah

    Diringkas dan diadaptasi dari kitab “Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin”, karya Wahid Abdus Salam Bali

  • MSI
    Tugas MSI powerpoint aspek-aspek pemikiran islam

  • Rabu, 10/11/2010, Pukul 14.30 wib, Anas Urbaningrum (ketua umum partai Demokrat) dan rombongan berkunjung ke pengungsian yang berada di gereja Katholik Paroki Kecamatan Kebonarum Klaten.
    Para pengungsi berasal dari Kec. Kemalang Klaten, mereka juga banyak yang beragama Islam. pihak gereja memanfaatkan musibah merapi sebagai ajang pemurtadan. Menurut Nadianto, aktifis forum Arimatea Solo, "istilah orang gereja, musibah membawa berkah, karena banyak jiwa-jiwa baru yang siap dibaptis."

    Menurut informasi, pihak kecamatan tidak dikonfirmasi rencana kedatangan Anas dan rombongan. Sementara tokoh masyarakat setempat merasa tidak dihargai dengan kedatangan Anas dan rombongan yang hanya berkunjung ke satu titik pengungsian, yaitu di gereja Katholik Paroki Kebonarum, padahal banyak titik pengungsian di Kec. Kebonarum.
    Bahkan tokoh masyarakat setempat sangat menyayangkan seorang Anas yang mantan aktifis HMI, tidak peka dengan pengungsi-pengungsi yang lain yang berada di pengungsian banyak kaum muslimin, akan tetapi dia justru mendukung pemurtadan.

    - Indikasi Pemurtadan di GOR Klaten

    Sementara ditempat terpisah, yaitu posko pengungsian di Gedung Olah Raga (GOR) Klaten, upaya pemurtadan dilakukan dengan cara membagikan kaos yang berbunyi, "I will follow jesus forever". Mardiono, seorang pengungsi yang berasal dari dukuh Karangjati, Ds. Ngemlak Kec. Kemalang, mengaku kaos yang bertuliskan "I will follow yesus forever" diberikan oleh temannya. Sayang Mardiono tidak menyebutkan siapa gerangan temannya tersebut. Malah Mardiono meminta bantuan jaket saat kami mewawancarainya. sedangkan Yadi, yang menemani Mardiono dan mengaku tetangganya malah meminta sajadah dan sarung. (Klaten,11/11/2010).